Selasa, 01 Agustus 2017

DEKAT


@salimafillah

Berbahagialah hamba-hamba, yang selalu berusaha untuk mendekat pada Penciptanya.

"..Jika hambaKu mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku menghampirinya dengan berlari kecil..” (HR Al Bukhari dan Muslim).


Hadits Qudsi ini adalah kabar gembira, bahwa Dia yang memiliki nama Al Qariibul Mujiib, Yang Maha Dekat lagi Mengijabah Doa membuka pintu selebar-lebarnya agar kita selalu mendekat kepadaNya. Sebab setiap upaya, perjuangan, dan pengorbanan untuk bertaqarrub, akan Dia sambut dengan berlipat-lipat limpahan anugrah bagi kita. Dia dekat untuk mendengar dan mengabulkan doa.

AKAD TERHORMAT dan MUSIM REUNI


@salimafillah

Pernikahan adalah salah satu akad yang paling dimuliakan dalam Islam. Amat luhur, sampai pernikahan yang ada dalam berbagai pensyariatan termasuk sebelum genapnya risalah Islam diakui keabsahannya. Ketika Abul 'Ash ibn Rabi' masuk islam dan menyusul istrinya, Zainab binti Rasulillah ke Madinah setelah sekian lama terpisah, Nabi tidak menyuruh mereka mengulangi ijab kabulnya.


Maka sebaliknya, perzinaan adalah ketercelaan yang amat nista.

Ini kisan tentang seorang bernama Ziyad ibn Abihi.

Ibu Ziyad yang bernama Sumayyah -bukan Sumayyah syahidah pertama-, adalah seorang wanita yang hidup dalam pergaulan bebas. Siapa ayah Ziyad? Semula tak seorangpun tahu dan bisa memastikan. Maka dia dinisbatkan "Ibn Abihi" yang berarti "Anak Bapaknya."

Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta

Tulisan yang dirangkum dari Ustad Salim A. Fillah ini menarik, menahan nafas membacanya..

Tertulis dalam bukunya " Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta "

"Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang Tukang Becak, di sebuah kota, di Jawa Timur"


Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya...

Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup Tukang becak itu, yakni:
(1) Jangan pernah menyakiti
(2) Hati-hati memberi makan istri

DALIL


@salimafillah

Agama ini adalah agama dalil. Setiap 'amalnya harus 'ilmiyah. Dan setiap ilmunya memang sangat 'amaliyah.

Tapi hal ini tidak lalu berarti pelaksanaan dalil menafikan berbagai hal yang manusiawi; nurani, perasaan, akal, dan hubungan antar insan.


Bukankah Ibrahim 'Alaihissalaam meminta pendapat putranya padahal perintah untuk menyembelih telah nyata? Yang seperti ini mohon jangan ada yang menanggapi, "Perintah yang qath'i tak perlu memerhatikan pendapat orang."

Dan bukankah Allah menyebut sebagian kaum Ahli Kitab sebagai Al Maghdhub 'Alaihim, yang dimurkai, sebab mereka ifrath dalam beragama di atas dalil?

JAJAN


@salimafillah

Dalam Kitab Ta'limul Muta'allim karya Imam Az Zarnujy, disebutkan bahwa di antara pantangan penuntut ilmu adalah sembarangan makan dan mengudap di pinggir jalan. Bukan haram, hanya kehati-hatian agar santri menjaga kehormatan diri demi keberkahan ilmunya.

Maka bagi penuntut ilmu sejati, jajan perlu pertimbangan seksama dan teliti. Ini soal wira'i. Soal harga apalagi.


Suatu hari, KHA Wahab Chasbullah Tambakberas dan KH Bisri Syansuri Denanyar, dua ipar yang tak pernah akur dalam bahtsul masail tapi selalu berrebut saling mengkhidmahi dalam pergaulan itu berkendara dalam satu mobil.

Perjalanan sudah cukup jauh dan perutpun terasa lapar. Melihat warung makan di arah kiri depan, Mbah Wahab meminta sopir menepi. Beliaupun turun.