Sabtu, 22 Juli 2017

Dari Ippho Santosa tentang Ustadz Yusuf Mansur....

Dari Ippho Santosa tentang Ustadz Yusuf Mansur....


Ustadz Yusuf Mansur hari ini milad. Boleh juga disebut ulang tahun. Maka kita ucapkan: semoga tetap sehat, semakin manfaat, rezeki berlipat, dicintai umat, dan selamat dunia-akhirat. Aamiin.


Pertemuan pertama saya dengan beliau pada tahun 2009. Di rumah beliau. Selanjutnya, izinkan saya menyebut beliau, YM. Semata-mata untuk meringkas dan mempermudah saja.


Berbanding ustadz-ustadz kondang lainnya, YM lebih gampang diakses. Lihat saja di social media. Di sisi lain, kalaupun bertemu Aa Gym, Habib Rizieq, atau senior-senior lainnya, YM tak keberatan untuk cium tangan. Humble.

Padahal bisnisnya triliunan rupiah. Rumah tahfiz-nya ribuan cabang. Pengaruh dan jangkauannya jangan ditanya. Sangat meluas, sangat mendalam. Namun begitulah, tetap humble.

Ketika di-bully dan diolokin orang, YM cenderung untuk mengalah. Biasanya diam atau malah minta maaf. Padahal dengan pengaruh, relasi, dan follower yang dia punya, dia bisa membalas dengan lebih keras. Tapi itu nggak pernah dia lakukan.

Satu hal lagi. Pengalaman pribadi nih. Kalau ada sesuatu yang BAIK dari saya, YM sering mengekspos itu di depan publik. Di social media, tabligh akbar, atau di mana gitu. Tapi kalau ada yang KURANG BAIK dari saya, YM men-japri saya. Diam-diam. Orang lain nggak perlu tahu.

Kadang saya heran sama beberapa orang yang ngakunya teman saya. Tapi kalau ada yang kurang baik dari saya, eh kritiknya malah di social media atau grup WA. Sebagian malah cari panggung, pengen terlihat heroik. Padahal kan dia bisa japri saya. Saling kenal tho?

Bukan apa-apa. Insya Allah saya sangat terbuka dengan kritik. Tapi kalau ada kritik antar tokoh seperti itu, biasanya yang ribut malah follower kita. Gaduh. Kalau dibiarin, dalam jangka panjang malah bisa mengarah pada perpecahan umat.

Soal beginian YM cuma berpesan ke saya, "Nggak usah dibalas. Nggak usah dipikirin. Ntar follower malah bingung dan pecah." Padahal umur saya dan YM cuma beda 2 tahun. Tapi dari segi bijaksana dan perihal lainnya, saya bener-bener tertinggal juga sangat perlu belajar.

Terakhir, YM juga menganjurkan kita untuk berbisnis dan kuat finansial. Nggak harus langsung besar. Bertahap dulu juga boleh. Malah kalau ngarepnya langsung besar, ntar malah nggak mulai-mulai. Lagi-lagi saya setuju dengan hal ini. Saya harap, Anda juga.


Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar