Tampilkan postingan dengan label Ust Yusuf Mansur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ust Yusuf Mansur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juli 2017

IMPIAN


Saya termasuk bersyukur kepada Allah. Punya impian yang buanyak. Dan nambah mulu impiannya. Hehehehe. Boleh dibilang, impian yang satu belom selesai, dah nambah lagi impian yang lain. Tapi, terhadap yang belom selesai, udah diletakkan pondasi dasar yang bagus, sistem yang siap dikembangkan, dan diniatkan untuk tidak ditinggalkan. Impian itu terus digelorakan, dikerjakan, sambil mulai mengerjakan dan mengejar impian yang lain.


Salah satu impian itu adalah, pengen punya kantor yang kayak pesantren. Ada nyahur bareng. Ada buka puasa bareng. Ada ngaji bareng. Absennya, shalat dhuha. Dzuhur berjamaah. Ashar berjamaah. Maghrib pun berjamaah. Setiap insan kantor saya, saya dulu bermimpi, tetap berjamaah. Meski ia ada di rumah. Ia bergegas ke mushalla atau ke masjid. Untuk berjamaah.

BOCAH MISTERIUS DI BULAN RAMADHAN


Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.


Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.

CUKUPLAH PENILAIAN ALLAH


Jangan berbuat karena penilaian orang. Cukuplah dengan penilaian Allah. Dengan demikian, diri kita akan terbebas dari rasa kesel dan sebel.


Di rumah, sekolah, kampus, kantor, lembaga, di persaudaraan, di pertemanan, lakukan apapun bukan karena siapa-siapa. Tapi karena Allah. Itu bakal bikin adem hati.

Sebab jika kita ngelakuin sesuatu, karena seseorang, maka akan banyak kecewanya. “Kok ga dihargain sih? Kok ga diliat sih? Sebel deh.” Gitu.

BANYAKIN DZIKIR


Banyakin baca Laa ilaa ha illallaah. Astaghfirullaah. Walijamii’il muslimiina wal muslimaat. .


Kita puji Allah. Dengan pujian yang Allah Senangi dan Ajarkan. Sebagai juga zikir terbaik. Bahwa tidak ada tuhan selain Allah.

Kemudian kita memohon ampun, memohon perbaikan kehidupan, memohon perubahan hidup, dengan istighfar. Plus mendoakan semua kaum muslimin muslimat di semua zaman di semua tempat. Yang dari dulu, hingga akhir zaman.

BERSEGERALAH KEPADA ALLAH


Untuk semua yang sedang punya hajat, apapun hajatnya, dan untuk semua yang sedang punya masalah, apapun masalahnya, segeralah datang kepada Allah. Dan bicaralah kepada-Nya. Sungguh DIA Maha Mendengar semua keluhan, Maha Mendengar semua permintaan, dan Maha Kuasa juga mengabulkan, dan mewujudkan. Sungguh, tiada yang pantas didatangi, diperdengarkan segala curahatan hati, kecuali Allah. Hanya Allah yang bisa menjaga rahasia. Hanya Allah juga yang punya kemampuan dan kekuasaan, dan Allah juga yang memiliki segala kehendak dan pertolongan.

Kedekatan diri kepada Allah, dan kesabaran meniti jalan di Jalan-Nya, insya Allah akan berbuah ketenangan, dan terangnya jalan hidup.

Sementara itu, tiada juga yang sedang berusaha, bekerja, memiliki usaha, dan pekerjaan, seharusnya ia lebih dekat lagi dengan Allah. Allah yang sudah memberinya segala karunia, justru kadang menjadi yang pertama dilupakan, dilalaikan, disepelekan.

NAMBAH REZEKI DENGAN NGAFALIN QURAN


Setiap baca ayat, apalagi ngafal dan berusaha ngerti, paham, minimal baca artinya, maka itu berarti pertambahan rezeki.


Pertambahan rezeki itu bisa berarti kerjaan, peluang usaha, istri, anak keturunan, duit yang banyak, dan puncaknya: ampunan dan ridho-Nya.

Pertambahan rezeki itu juga bisa berarti beasiswa kuliah S-1, S-2, sampe S-3 doktoral. Bisa berarti punya kendaraan, rumah, dan lain-lain hadiah dari Yang Punya Qur’an.

PROSES


Di awal-awal, barangkali “from zero to hero”. Tapi setelah jadi hero, harus zero lagi. From zero to zero. Sebab semua milik Allah.


Semua berawal dari ketiadaan, dan kesederhanaan. Ini cerita tentang kekayaan, kejayaan, kesuksesan. Harus berproses. Supaya nikmat. Sebab tau-tau pengen kaya, pengen sukses, pengen jaya, ngga berproses, akhirnya dia sendiri ngga siap buat kaya, buat sakses, buat jaya.

Miskin, tapi siap. Serba kekurangan, tapi siap. Bangkrut, siap. Cerai, siap. Lebih baik dari keadaan sebaliknya, tapi tidak siap.

KEAJAIBAN DOA IBU


Yaa Allah, muliakan, sayangi, ampuni, berkahi, semua ayah dan ibunya kawan-kawan, dan ayah ibunya segenap muslim dan muslimah, di semua buminya Allah.


Doa ibu itu MaasyaaAllah. Kawan-kawan yang masih ada ibu, banyak-banyak minta doa. Ibu-ibu yang masih pada ada umurnya, diminta atau tidak, banyak-banyak doain anaknya.

Teringat awal-awal ngonsepin Patungan Usaha, yang berkembang jadi koperasi sekarang ini. Dulu waktu di awal-awal saya ngetweet, saya masih belum tau mau apa.

KESADARAN YANG SIA SIA - 3 (Habis)


PENYESALAN KE DUA

Bila sesal yang pertama adalah ketika kematian datang. Maka sesal yang kedua ini bertambah-tambah penyesalannya. Sebab saat ini, posisi diri sudah di dalam neraka jahannam;

“Mereka berkata, ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami. Dan kami mengakui kami adalah orang-orang yang sesat.

Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari neraka ini dan kembalikanlah kami ke dunia. Maka jika kami nanti kembali dalam posisi tetap sebagai kepada kekafiran, maka sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (al Mukminûn: 106-107).

KESADARAN YANG SIA SIA (Bagian 2)


PENYESALAN KE DUA

Bila sesal yang pertama adalah ketika kematian datang. Maka sesal yang kedua ini bertambah-tambah penyesalannya. Sebab saat ini, posisi diri sudah di dalam neraka jahannam;

“Mereka berkata, ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami. Dan kami mengakui kami adalah orang-orang yang sesat.


Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari neraka ini dan kembalikanlah kami ke dunia. Maka jika kami nanti kembali dalam posisi tetap sebagai kepada kekafiran, maka sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (al Mukminûn: 106-107).

Kamis, 27 Juli 2017

KESADARAN YANG SIA -SIA


ADA dua penyesalan yang akan dialami oleh manusia yang melupakan Allah: Penyesalan ketika kematian datang, dan penyesalan ketika sudah berada di dalam neraka jahannam. Dua-duanya sama saja. Sama-sama menyesal yang tidak bisa kembali lagi.

Untuk menambah pemahaman tentang kesadaran sia-sia, saya membacakan 2 ayat Allah untuk diri saya, dan bagi yang ingin mendengarnya.


Ayat yang pertama, adalah rengekan seseorang yang minta dikembalikan ke dunia, sedang ajalnya sudah sampai. Mengapa orang tersebut minta dikembalikan ke dunia? Oh… Rupanya, ia baru menyadari, dosanya banyak, amalnya sedikit, sedang kesadaran ini baru muncul setelah kematian datang.

BELAJAR YUUKKK....TENTANG NERAKA


Pagi pagi, bukannya ngomongin yang enak-enak, ini malah ngomongin neraka... Ngeteh, makan pisang goreng, gitu...

Nah itu dia, kita kebanyakan enak. Kebanyakan santai. Malah kebanyakan lalai. Ga paham bahwa ntar di sakaratul maut aja, udah mulai tuh segala kesusahan terhidang... Belum lagi di neraka. Atau malah udah ada yang berasa neraka dunia, sekarang. Cuma, ada lagi ..laa yasy'uruun, yang ga tau, ga paham, sedang susah...


Ada yang ..laa ya'lamuun, yang ga tau bahwa dia sudah berada di posisi segaris dengan pintu neraka, ngeri…..!!! Orang sekarang cuma takut ama neraka-neraka dunia, kesusahan-kesusahaan dunia.  Ama neraka & kesusahan yang sebener-benernya kesusahan, ga takut.

Wanita Itu Manja?



Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar perbincangan seputar wanita. Banyak hal yang menjadi perbincangan. Namun, ujung-ujungnya banyak yang menganggap wanita itu manja. Benarkah wanita itu manja? Wanita itu banyak maunya? Apa benar wanita sangat senang bila semua yang mereka minta selalu diperhatikan?


Mari kita mencoba menelisik keseharian kita (suami) dan juga keseharian para wanita (istri). Pernyataan bahwa perempuan atau wanita itu manja, banyak maunya, suka selalu diperhatikan, mungkin ada benarnya. Tapi, bisa juga banyak salahnya. Kok? Ya, benar, karena memang mereka banyak maunya dan kebutuhannya. Tapi, itu bisa salah karena yang cukup banyak minta diperhatikan itu adalah laki-laki, suami. 

Ga nyadar dan Ga tau



"Sesat tapi hati lega. Sesat tapi hati tentrem. Sesat tapi hati bahagia...? Sudah begitu gelapkah hati kita?"


(@Yusuf_Mansur). Apa-apa kalau tidak belajar, emang juga bisa tidak tahu. Tapi salah belajar, juga bisa semakin tidak tahu. Ketika belajarnya adalah belajar yang salah. Atau belajar sama yang salah.

Misal, mencuri... Mencuri adalah perbuatan salah. Tapi ketika belajar bahwa "Toh kalau Allah membiarkan kamu mencuri, maka itu adalah Kehendak-Nya", maka tak apa. Maka tentu saja hal ini tidak bisa dibenarkan.

JANJI ALLAH ITU PASTI


Dialah Allah yang tahu cara terbaik datangnya rezeki.

Dialah yang tahu cara terbaik masalah saudara selesai.

Dialah yang mengerti, menciptakan, sekaligus mengendalikan, dan mengalirkan rezeki.

Kita terima jadi aja, tinggal menjalankan ...



Allah kerap ngasih janji ke kita. Allah janji jika kita melakukan A, maka Allah akan  memberikan B. Ketika melakukan B, maka kita akan mendapatkan C. begitu pula sebaliknya, ketika melakukan yang A, maka kita tidak  akan mencapat B.

Takbir dan Mental Muslim



Setiap hari kita mendengar adzan. Setidaknya 5 kali sehari semalam. Bahkan, kadang dalam satu waktu shalat, kita ga cuma denger 1 adzan aja, Tapi bisa dua, tiga.

Dan di dalam 1 adzan, ada 2 kali ungkapan “Allaahu Akbar.. Allaahu Akbar..” Yakni di awal dan di akhir adzan.

Yang itu berarti, kita udah puluh-puluhan kali denger “Allaahu Akbar”, “Allah Maha Besar”

KETIKA IBADAH HARUS DIPAKSA (2)


Berhaji. Berhaji jika tidak dipaksakan, wuah, alasan utamanya adalah: Belom ada panggilan. Di saat yang sama belom berhaji, keadaan uang berlimpah. Atau kalaupun tidak berlimpah, bisa lah kira-kira pergi haji kalau maksain. Misalnya, rumah ada. Tapi baru satu. Lah, satu-satunya rumah itu kemudian dijual buat pergi haji. Orang sering menyebut maksain. Tapi saya menyebut maksimalisasi. Emang harus maksain. Masa lebih penting rumah ketimbang nyempurnain Rukun Islam? Duit emang ga punya, tapi mobil punya, ya jual saja mobilnya. Ngontrak rumah sewaan, dan pake mobil sewaan. Insya Allah memaksakan diri seperti ini menjadi ibadah yang subhaanallaah. Ibadah yang dilakukan dengan pengorbanan.


Puasa. Baik puasa wajib atau puasa sunnah. Iddih, ibadah puasa ini, jika tidak memaksakan diri, habislah badan ini jadi manja. Tar malah kelamaan engganya, jadi malah seumur-umur ga biasa dan ga bisa puasa.

KETIKA IBADAH HARUS DIPAKSA




Lumayan sering saya ngomong, paksain, paksain, paksain. Paksain buat sedekah. Bila ga ada duit, jual barang. Jika ga ada barang, pasang niat. Jika perlu, begitu saya katakan, ngutang aja. Supaya bisa bersedekah.


Tentu saja, pasti tidak semua hal bisa dibahas habis di 1x pengajian. Saya yang barangkali tidak arif. Sehingga kedengerannya kayak memaksakan seseorang buat bersedekah.

Sebelum biara tentang maksa dan maksain sedekah, izinkan saya bicara dulu semukaddimahnya.

SALAT SUNNAH


Siapa yang ketika masuk masjid, ia shalat tahiyyatul masjid, yang sangat disunnahkan Rasul? Yang bahkan Rasul bilang, kalau tidak sempat melakukan salat sunnah tahiyyatul masjid, gantilah dengan membaca jantungnya zikir 3x; subhânallâh, walhamdulillâh, wa lâ ilâha illallâh, wallâhu akbar 3x. Atau jangan-jangan kita jarang ke masjid, dan tidak mengetahui adanya salat sunnah tahiyyatul masjid?


Saudaraku, salat berjamaah, dan salat di masjid, adalah kegemarannya Rasul, kesukaannya Rasul. Tidakkah kita tergerak untuk juga salat berjamaah dan shalat di masjid, untuk juga menunjukkan bahwa kita mencintai Rasul dan mau mengikuti petunjuknya Rasul?

BANGUN DI TEMPAT YANG BERBEDA

Kuliah Pagi
☕️☕️☕️☕️☕️

BANGUN DI TEMPAT YANG BERBEDA

TIDUR adalah sesuatu yang amat istimewa. Kita begitu akrab dengan istilah ini. Tanya kepada siapapun di muka bumi ini, adakah yang tahan tidak memejamkan mata sepanjang waktu? Tidak ada. Semua manusia butuh tidur untuk mengistirahatkan mata dan mengistirahatkan badan.


“Dialah yang menjadikan untukmu malam  pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (al Furqân: 47).

Tidur ada juga yang mengatakan merupakan bagian dari proses penyegaran jiwa. Sebegitu dekatnya kita dengan tidur, membuat kita lantas menyangka dan yakin bahwa di ujung tidur besok kita pasti bisa bangun kembali, dan segera memulai aktifitas keseharian. Tanya saja diri kita sendiri. Niscaya kita pun punya keyakinan yang sama.