Rabu, 26 Juli 2017

MENUNGGU ALLAH

MENUNGGU ALLAH

"Pak, boleh saya pinjam uang?" kata seorang yang miskin. Orang kaya ini mendengar, "Rp 750 ribu saja."


"Saya akan beri kamu Rp 1 juta. Enggak usah pinjam. Jam 16.00 saya akan datang ke rumah kamu."

Jam 16.00, si kaya ini sudah ada di depan pintu rumah si miskin. Pintu dibuka. Seorang anak kecil bertanya, "Mau ketemu siapa, Pak?" "Bapakmu ada? Tadi beliau ke rumah saya. Mau pinjam Rp 750 ribu. Saya bawa Rp 1 juta. Kasih tahu, ya, saya sudah datang. Bawa uang yang saya janjikan."


Anak ini bergegas memberi tahu ayahnya. "Di depan ada seseorang yang Ayah ada perlu dengannya? Dan katanya datang dengan membawa uang Rp 1 juta."
"Suruh orang itu tunggu Ayah, Nak."
Anak itu memberi tahu si kaya.
"Kata Ayah saya, mohon tunggu sebentar." Lima menit berlalu. Sepuluh menit berlalu. Dan, 30 menit berlalu. Tak ada tanda-tanda ayah miskin ini keluar.
"Nak," tanya si kaya. "Kamu sudah ngasih tahu ayah kamu?"
"Sudah."
"Apa katanya?"
"Bapak suruh nunggu."
"Ayah kamu tahu saya janjian jam 4 sore ini. Dan Ayah kamu yang perlu bantuan saya. Tidakkah kamu sudah sampaikan, saya sudah bawa bantuan yang di perlukannya? Maukah kamu kasih tahu lagi ayah kamu?"
Anak itu kembali kepada ayahnya.
"Ayah, kasihan lho.
Bapak itu baik sekali. Harusnya ayah yang menunggunya di depan pintu. Ayah sudah tahu bapak itu akan datang jam 4 sore membawa bantuan yang ayah minta."
Ayah miskin ini menoleh sambil tersenyum dingin. "Beri tahu bapak itu, kalau mau membantu, kudu sabar."

Anak itu bingung. Sungguh ayah miskin itu enggak tahu diri. Enggak tahu bersyukur. Enggak ngerti posisi.
Dan kiranya, ayah miskin itu adalah kita juga adanya. Tidakkah kita sadari? Betapa Allah Yang Mahakaya sudah janjian dengan kita? Atau kita tidak tahu?
Lupa? Atau sengaja melupa kan? "Sesungguhnya shalat itu kitaaban mau quutaa, sudah ditentukan waktu-waktunya."

Kita paham kita manusia lemah yang selalu banyak keperluannya. Dan kita butuh itu, minta itu, dari Allah. Tapi, saat Allah datang di tiap-tiap waktu shalat, kita jarang sekali menunggu-Nya di pintu alias jarang sekali kita datang duluan ke masjid, ke rumah-Nya.

Alangkah indahnya jika si ayah miskin, yakni kita-kita ini, yang tahu bahwa Yang Mahakaya bakal datang, lalu menunggu di muka. Alangkah indahnya kita berposisi siap-siap menunggu ke datangan-Nya. Akan tetapi, kita enggak perhatian. Akhirnya, keanehanlah yang terjadi. Kita butuh dunia-Nya, tapi enggak tahu Pemilik Dunia sudah datang menemui kita.

Peristiwa Isra Mi'raj adalah peristiwa agung. Saat itu, perintah shalat diberikan langsung kepada Nabi Muhammad, tanpa perantara Jibril dan siapa-siapa di antara malaikat-malaikat-Nya. Carilah Allah. Tungguin Allah. Sebaiknya kita bersiap-siap menyambut kedatangan-Nya. Jika tidak, maka kita seperti ayah miskin yang bodoh lagi tidak ada bersyukurnya di hadapan Allah.

Benahilah shalat kita, benerin yang wajib, idupin yang sunah. Kalau bisa, sebelum Allah "datang", kita sudah duluan standby menunggunya. Sebelum azan, kita sudah bersiap di atas sajadah, di masjid, untuk menyambut-Nya.

(sumber:Republika edisi Senin,  Mei 2015 Hal. 1 Oleh Ustadz Yusuf Mansur)

Repost by NgajibarengYM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar