Rabu, 26 Agustus 2015

Australia yang Berwibawa


By: Nandang Burhanudin
*****
Sebulan penuh menjalani tugas dakwah di negara Kanguru, saya serasa menjadi manusia. Bertugas hanya saat buka puasa, tarawih, dan shalat malam. Praktis acara hanya padat di malam hari. Bersyukur panitia cukup sigap. Menjadikan siang hari sebagai waktu berwisata. Jadilah malam hari larut dalam ibadah. Sedang siang hari dihabiskan menjadi turis pelepas lelah.

Melbourne dan Sydney menjadi provinsi yang membuat hati terpanah. Bukan pada airportnya atau mallnya. Tapi pada keteraturan, supremasi hukum, dan penghargaan terhadap manusia apapun warna kulitnya. Selama di Sydney, saya menikmati panorama pantai nan eksotis. Bersyukur Ramadhan 1436 H bersamaan dengan musim winter. Minimal tak ada udang yang berjemur, yang konon menjadi pemandangan lumrah jika di musim lainnya.

Masihkah Salah Pilih?


By: Nandang Burhanudin
****
Di era Jokowi, segala kepalsuan terbuka. Betapa sejak lama, Indonesia diharu biru dua kekuatan besar: Pertama; Nasionalis Islamis. Kedua; Sekularis Komunis. Kekuatan pertama adalah gabungan kekuatan nasionalis yang cinta tanah air Indonesia yang didukung oleh kekuatan-kekuatan Islamiyyun. Sedangkan kekuatan kedua diisi oleh kaum sekuler binaan LB Moerdani, yang didukung oleh gabungan kekuatan komunis, Islam abangan, aliran sesat, dan agen-agen Barat.

Kekuatan pertama, memiliki visi: 
1. Kemandirian pangan dengan swasembada. 
2. Kemandirian alat utama sistem pertahanan, dengan industri strategis. 
3. Kemandirian obat, pupuk, dan energi dengan memaksimalkan potensi alam (SDA) yang berlimpah.

Fatwa yang Muter-muter


*****
Erdogan mencampakkan sekularisme. Tapi Amir HT, Ustadz Khalil Abu Rusytha tetap menjulukinya 'Amil Amerika (agen alias budak Amerika). Menurutnya, nasib pemimpin Turki akan sama dengan pemimpin AS, mendapatkan kecelakaan di dunia dan akhirat.

Di sisi lain, Abu Rustha memfatwakan, "Ikut serta (partisipasi) dalam sistem-sistem kufur dan sistem yang berhukum dengan hukum selain dengan apa yang Allah turunkan adalah KUFUR. Terutama jika penguasa/pemerintah yang berhukum dengan hukum selain Allah meyakini kekufuran hukum ini. Atau bisa jatuh ke dalam zhalim dan fasik, jika penguasa/pemerintah yang menghukumi dengan hukum selain Allah tidak meyakini kekufuran hukum tersebut. Adapun pendapat-pendapat yang membolehkan seorang muslim berpartisipasi dalam hukum selain hukum Allah, sama sekali tidak ada dalil atau mirip dalil pun tidak ada."

Nah kalau ada anggotanya yang jadi PNS, hakim di pemerintahan tersebut, fatwanya jadi boleh. Tinggal bikin istilah baru, hadhoroh dan madaniyyah.
Nah jika meminta-minta pemerintahan yang tidak berhukum dengan hukum Allah untuk menyerahkan kekuasaan, menjadi boleh. Tinggal bikin istilah tholabun nushroh.

Erdogan yang mensejahterakan rakyatnya dan sigap membantu muslim di seluruh dunia disebut antek AS, sedangkan ke As-Sisi sang jagal dan pengkudeta disebut "aktsaru wa'yan wafathanan" (lebih memahami dan lebih cerdas). Tanya kenapa?

Pasted Form: Laman facebook ust. Nandang Burhanudin https://www.facebook.com/aufainternational

28 Mei  2015

Aparat Kita


****
(+) ISIS yang gak ada bentuknya, DOR..DOR..DOR ..ditembak tanpa pengadilan, ditangkap seperti binatang, spanduk disebar dari pusat hingga pojok kelurahan.
Giliran ditantang perang sama OPM, ciuuuuut!
(+) Ada rakyat mengeluhkan beras plastik. Ancaman ditebar, "akan pdanakan pelaku penyebar isu beras plastik. Bantahan atas dasar penelitian."
Giliran korupsi bus Tranjakarta Milyaran rupiah, tiarap gak karuan. Ciuuutt!
(+) Ada rakyat kecil naik motor, ditabrak truk hingga si anak terpental. Anehnya yang dipidanakan si ibu, dengan tuduhan "kelalaian" sedang si pengusaha truk besar hanya disuruh membayar uang yang tak ada nilainya. Si ibu terpaksa menerima, daripada diancam dipenjarakan.
Giliran ada yang ngaku mengkonsumsi Narkoba dan jelas-jelas tes urine dibebaskan, hanya karena ia memberi sogokan.
Kawan saya yang pustakawan juara Nasional sering memplesetkan kata "Bantuan P****I dengan kata perintah dalam Bahasa Sunda" ... terpaksa saya edit, khawatir dipidanakan! He he.....
Pasted Form: Laman facebook ust. Nandang Burhanudin https://www.facebook.com/aufainternational

30 Mei  2015

5 Tahun Jokowi, 30 Juta China Bermigrasi


By: Nandang Burhanudin
****
Saat menjadi dosen di Kolej Islam Muhammadiyah Singapore, saya selalu mengamati tingkah polah orang Melayu dan orang China di sana. Kendati minoritas dan kurang dari 15 % dan menempati posisi terendah dalam segala bidang kehidupan, orang Melayu masih bisa bertengkar satu sama lain dan ribut masalah khilafiyah. Sementara China Singapore yang didatangkan dari China induk, bertingkah superior.

Obrolan yang saya tangkap 3 tahun lalu menjadi kenyataan kini. Jika kita diam, pribumi Indonesia benar-benar akan meratapi nasib seperti Melayu Singapore atau bangsa Arap Palestina. Obrolan itu adalah, seputar target China diaspora di ASEAN yang akan menguasai seluruh negara dan menargetkan jumlah total etnis China 70 juta jiwa dengan kekuatan full di ekonomi dan teknologi.