Jumat, 28 Juli 2017

NAMBAH REZEKI DENGAN NGAFALIN QURAN


Setiap baca ayat, apalagi ngafal dan berusaha ngerti, paham, minimal baca artinya, maka itu berarti pertambahan rezeki.


Pertambahan rezeki itu bisa berarti kerjaan, peluang usaha, istri, anak keturunan, duit yang banyak, dan puncaknya: ampunan dan ridho-Nya.

Pertambahan rezeki itu juga bisa berarti beasiswa kuliah S-1, S-2, sampe S-3 doktoral. Bisa berarti punya kendaraan, rumah, dan lain-lain hadiah dari Yang Punya Qur’an.


Pertambahan rezeki itu juga bisa berarti tetep memiliki mata, telinga, sendi-sendi, tulang, syaraf, yang relatif sehat dan normal hingga usia lanjut.

Pertambahan rezeki itu juga bisa berarti kecepatan karier dan perubahan hidup ke arah yang lebih baik yang bila tanpa ngafal Qur’an akan lebih lambreta.

Pertambahan rezeki dengan ngafal Qur’an, mempelajarinya, mengulang-ngulang bacaan dan hafalannya bisa berarti juga tambah panjangnya usia.

Weeesss… Pokoke rugilah mereka yang tidak menaruh perhatian ke Qur’an. Asli rugi. Tidak akan menikmati pertambahan rezeki spesial.

Ada sebuah penelitian yang meneliti empat taneman. Yang satu ga dibacakan Qur’an, yang satu dibacakan sedikit. Yang satu agak banyak, yang satu lebih banyak. Semua taneman pasti mati, tapi taneman yang ga pernah dibacakan Qur’an cepet mati. Bayangkan jiwa, diri, hati, pikiran, sel-sel darah, saraf-saraf, mata, telinga, wajah, seluruh sendi, yang tidak pernah teraliri bacaan Qur’an?

Dan sebaliknya, yang rajin membaca, menghafal, mengulang-ulang hafalannya, mencoba membaca-baca artinya, mencari tahu pemahamannya, wajahnya akan bersinar.

Sedangkan mereka yang tidak teraliri Qur’an, tidak cinta, tidak dekat dengan Qur’an, wajah cantik dan ganteng akan tambah membinasakan. Bukan hanya membinasakan dirinya sendiri, menghancurkan dirinya sendiri, membahayakan dirinya sendiri, bahkan juga bagi orang lain.

Untuk jangka pendek dan panjang, mereka yang istiqomah dekat dengan Qur’an, menghidupkan Qur’an, akan merasakan dan menikmati pertambahan rezeki dari Allah.

Saya, Yusuf Mansur, hamba Allah yang lemah, dhaif, merasakan dan membuktikan itu semua. Kasih sayang Allah pasca saya merhatiin Qur’an terasa banget-banget.

Jadi, hafalin Qur’an lagi. Berusahalah untuk menghafalnya. Walaupun terbata-bata. Walau susah payah. Walau sehari seayat. Yang penting terus saja jalan. Banyak-banyak ngulang.

Dan jangan berhenti. Teruuuuusssss aja jalan dan bergerak hingga tiba-tiba Al-Baqarah udah hafal, surah-surah masyhur hafal, juz 30 hafal, hingga sempurna 30 juz.

Berdoalah juga ke Allah agar diizinkan oleh-Nya menghafal Qur;an, mempelajarinya, mengajarkannya, mendakwahkannya….


Disadur dari Pentalogi Twitbook #Doa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar