Selasa, 11 Juli 2017

HAKIKAT REZEKI



Awali pagi dengan yakin bahwa Allah pasti menolong, memberi rezeki, memberi jodoh, memberi anak, ngasih kerjaan dan bisnis, awali dengan keyakinan yang baik-baik.


Saya kalo pusing sama urusan dunia, saya bawa sujud aja yang lamaaa… ngadu dan nyerahin sama Allah, Yang Punya Segala Jawaban. Adem.

Menjelang tidur, sempetin istighfar, doa, dan niat bangun malam sama shubuhan di masjid. Buat yang perempuan, dorong laki-laki di rumahnya ke masjid.


Yang manusia cari di siang hari itu ga sebanding dengan shalat 2 rakaat tahajjud. Khoirum minaddunyaa wamaa fiihaa, shalat 2 rakaat tahajjud itu lebih baik dari dunia dan seisinya.

Bukankah kita dulunya tiada kemudian menjadi ada dan akan kembali menjadi tiada. Itu semua kehendak Allah SWT.

Hidup ini berkah. Allah tidak akan membiarkan makhluk-Nya hidup tidak berdaya. Allah telah menyediakan segala yang dibutuhkan makhluk-Nya. Allah memberikan juga rezeki berupa uang, kesehatan, kebahagiaan, anak yang saleh, keluarga sakinah, kemampuan bekerja, jiwa optimisme, teman-teman yang baik, dan lain-lain.

Juga memberi kemampuan berbagi, kemampuan berdoa, taat beribadah dan bertakwa. Bahkan diberi “akhir hidup yang baik”, khusnul khatimah.

Dia telah berikan kepadamu (keperluanmu) dan segala yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu hitung nikmat Allah, mustahil kamu dapat menghitungnya. (Q.S. Ibrahim [14]:34)

Dan nikmat apa saja yang ada pada kalian, maka itu dari Allah. (Q.S. An-Nahl [16]:53)

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya … [Q.S. An-Nahl [16]:18]

 Dan di ulang 31 kali dalam Al Quran surat Ar-Rahmaan [55] yang dialamatkan kepada kita, “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Renungkan dalam-dalam beberapa ayat di atas. Semoga kita mendapatkan “keyakinan dan ma’rifat tentang hakikat rezeki” sebagai modal dalam meniti kehidupan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar