Selasa, 11 Juli 2017

Pandangan Ustadz Yusuf Mansur tentang Dr Zakir Naik


Saya sangat bahagia dan terkesan bertemu dengan  Dr Zakir Naik. Sebab, saat awal bicara, yang beliau katakan adalah tentang Alquran. Beliau menegaskan bahwa hal yang paling berharga yang harus diberikan kepada anak adalah Alquran,”  kata Yusuf Mansur.


Lebih jauh Ust. Yusman mengemukakan, Zakir Naik berpesan, hendaknya orang tua memberikan Alquran kepada anak, baik secara fisik maupun pemahamannya. “Berikan Alquran secara fisik kepada anak, dan ajarkan makna maupun pesan-pesan Alquran kepada anak, sehingga anak menjadi jalan bagi orang tua menuju surga,” tutur Ust. Yusman.


Hal lain yang dipesankan oleh Dr Zakir Naik, kata Ustadz Yusuf adalah pentingnya mempelajari ayat-ayat Alquran tentang perbandingan agama. Sebagaimana diketahui, Dr Zakir Naik adalah seorang ahli perbandingan agama, yang melalui wasilahnya, jutaan orang telah masuk Islam.

Ustadz Yusman mengatakan sangat bahagia karena Dr. Zakir Naik mengusung pentingnya memberikan Alquran dan pendidikan Alquran kepada anak.

“Saya sampaikan kepada Dr Zakir Naik, bahwa kami di PPPA sangat concern mengembangkan pendidikan Alquran. Karena itu, kami sangat senang bahwa Dr Zakir Naik pun sangat peduli tentang pentingnya memberikan Alquran dan mengajarkan pemahaman dan pesan-pesan Alquran kepada anak,” papar Ustadz Yusuf.

Sekilas tentang Dr. Zakir Naik

Dr Zakir Abdul Karim Naik adalah seorang cendekiawan Muslim, dai, dan mubaligh asal India. Ia juga penulis buku-buku keislaman dan perbandingan agama. Secara profesi, sejatinya ia seorang dokter medis.

Sejak 1991 ia telah menjadi seorang dai yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Di India, Zakir adalah pendiri sekaligus Presiden Islamic Research Foundation (IRF), sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

Zakir Naik lahir pada tanggal 18 Oktober 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu), India dan merupakan keturunan Konkani. Ia bersekolah di St. Peter’s High School (ICSE) di kota Mumbai.

Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Ia kemudian menerima gelar MBBS-nya di University of Mumbai. Pada 1991 ia berhenti bekerja sebagai dokter medis dan pada akhirnya fokus dalam dunia dakwah.

Ia telah berceramah dan menulis sejumlah buku tentang Islam dan perbandingan agama juga hal-hal yang ditujukan untuk menghapus keraguan tentang Islam. Sejumlah artikelnya juga sering diterbitkan di majalah India seperti Islamic Voice.

Tentang pengaruh Zakir Naik, Indian Express dalam terbitan 22 Februari 2009 lalu memasukan dia ke dalam peringkat 82 dari “100 Orang India Terkuat 2009” di antara satu miliar penduduk India. Sementara dalam daftar khusus “10 Guru Spiritual Terbaik India”, Zakir Naik berada di peringkat tiga, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar. Ia menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini.

Pada Ahad, 01 Maret 2015 lalu, Dr Zakir Naik mendapatkan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Saudi Arabia, King Faisal International Prize (KFIP). KFIP merupakan penghargaan terhadap karya-karya luar biasa dari individu dan lembaga dalam lima katagori yakni Dakwah Islam, Studi Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan. Penghargaan itu disampaikan secara langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz


Atas penghargaan tersebut, Zakir Naik menerima sertifikat, medali kenang-kenangandari emas 24 karat seberat 200 gram dan cek sebesar 200.000 ribu dollar Amerika. Dalam acara penganugerahan penghargaan itu, Zakir menyatakan dirinya akan menyumbangkan semua hadiah uang untuk digunakan oleh Peace TV.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar