Kamis, 27 Juli 2017

KESADARAN YANG SIA -SIA


ADA dua penyesalan yang akan dialami oleh manusia yang melupakan Allah: Penyesalan ketika kematian datang, dan penyesalan ketika sudah berada di dalam neraka jahannam. Dua-duanya sama saja. Sama-sama menyesal yang tidak bisa kembali lagi.

Untuk menambah pemahaman tentang kesadaran sia-sia, saya membacakan 2 ayat Allah untuk diri saya, dan bagi yang ingin mendengarnya.


Ayat yang pertama, adalah rengekan seseorang yang minta dikembalikan ke dunia, sedang ajalnya sudah sampai. Mengapa orang tersebut minta dikembalikan ke dunia? Oh… Rupanya, ia baru menyadari, dosanya banyak, amalnya sedikit, sedang kesadaran ini baru muncul setelah kematian datang.


“Hingga apabila kematian datang kepada seseorang di antara mereka, dia berkata, ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia. Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan.” (al Mukminûn: 99).

Ayat yang kedua, adalah pernyataan penolakan Allah untuk mengembalikan mereka ke dunia.

“Jawab Tuhan, sekali-kali tidak bisa! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Sedangkan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (al Mukminûn: 100).

Inilah yang saya maksud dengan penyesalan pertama; penyesalan yang datang ketika kematian datang

MENGGENGGAM DUNIA

Banyak orang modern sekarang ini khawatir akan kemewahannya, khawatir akan kekuasaannya, dan khawatir akan kenikmatannya. Mereka khawatir tidak bisa lagi menggenggam dunia, bila mereka kembali kepada Allah, bila beribadah dan bila menegakkan hukum-hukum Allah.

Tapi mereka sedikit pun tidak pernah khawatir akan menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar Nakir di alam kubur, dan Malaikat Hari Hisab. Mereka tidak pernah kuatir bahwa ketika mereka dikubur, dunia yang mereka genggam tidak akan berarti sama sekali.

Mereka yang masih khawatir dengan dunianya, tapi tidak khawatir dengan akhiratnya, sangat perlu diingatkan tentang akan datangnya kematian.

Diberitakan Allah, Mereka yang hidupnya sedikit amal, akan merengek minta dikembalikan ke dunia. agar mereka berkesempatan menambah dan menambah amal demi keselamatan mereka. Tapi terlambat. Dan inilah kesadaran yang sia-sia. Mungkin kesadaran ini baru muncul ketika jasad mereka sudah berada di dalam keranda.

Dan bagaimana mereka bisa tahu? Ya karena ruh mereka ketika mati bisa melihat bahwa jasad mereka dibawa, digotong, di dalam keranda dan kemudian dikebumikan. Barulah penyesalan terjadi. Dan sekali lagi, inilah kesadaran yang sia-sia. Kesadaran yang baru muncul ketika ruh sudah terpisah dari jasad.

Berfirmanlah Allah; “Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian nasab di antara mereka hari itu (tidak dapat manusia yang satu menolong manusia yang lain), dan tidak ada pula mereka bisa saling bertanya.

Barangsiapa yang berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri. Mereka kekal di dalam neraka jahannam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.” (al Mukminûn: 101-104).

BERSAMBUNG

Sumber : kolom Yusuf Mansur/PosKota News

Repost by: NgajiBarengYM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar