Selasa, 01 Agustus 2017

IKAN BAWAL DIASININ


@salimafillah

Ada orang shalih yang hobi menjebak orang shalih lainnya.

KHA Wahab Chasbullah dan KH Bisri Syansuri muda adalah teman mondok yang nyaris tak pernah akur. Mbah Wahab yang kuat dalam Ilmu Ushul terkesan longgar fikihnya, sedangkan Mbah Bisri yang kokoh dalam Ilmu Fiqih tampak ketat hukumnya. Dari Isya' sampai Shubuh ngotot-ngototan kedua santri itu sering tak usai.


Tapi lawan debat adalah kawan berjuang. Wahab muda tahu, Bisri muda yang ngeyelan ini kelak akan jadi mitra yang tangguh. Maka bagaimana mengikatnya?

"Sampeyan mau naik haji?", ujar Mbah Wahab.

"Ya jelas mau", sahut Mbah Bisri, "Tapi fekir je saya ini."

"Berangkat ya bareng aku. Tenang, insyaallah aku yang mbayari."


"Yang benar?"

"Iya."

Maka merekapun berjanji berangkat bersama dengan kapal dari Pelabuhan Surabaya. Di hari yang disepakati pada suatu Syawal, merekapun bertemu.

"Sepurane", ujar Mbah Wahab, "Sampeyan berangkat sendiri ya. Aku ada urusan lain yang tidak bisa ditinggal je. Terus sekalian titip adikku ya. Ini Dek Khadijah juga mau naik haji."

"Wah", sahut Mbah Bisri.

"Kenapa?"

"Lha ajnabi je. Masak dititipkan?"

"Ya sudah. Dihalalkan ya. Ini sudah kusiapkan maharnya, juga aku bawa saksinya. Kalian akad nikahan di sini saja sebelum berangkat. Wis bismillah, aku Walinya Dek Khadijah."

"Matik aku", gerutu Mbah Bisri menepok jidat. Dan pasangan Bisri-Khadijah pun menikah, menjadi keluarga berkah, penuh sakinah, diguyuri mawaddah, dianugerahi rahmah. Bahagia sekali Mbah Wahab punya adik ipar seperti Mbah Bisri, kelak mitra dahsyat membangun Nahdlatoel Oelama di sisi Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy'ari.

Tahukah Anda tidak enaknya menjadi murid yang dikenal oleh Gurunda KH Muhammad Arifin Ilham?

Kasus ikan bawal diasinin, bulan Syawal dikawinin seperti terjadi pada Mbah Bisri oleh Mbah Wahab amat potensial terjadi. Dulu Mbah Bisri masih bujang. Lha kami, rombongan jaulah silatil-arham penulis Pro-U Media yang tempo hari sowan Ustadz Arifin sebagian besar sudah beristri. Pun kompor dan kipas dari beliau adalah agar menambah.

Untuk saat ini, posisi jari beliau dan posisi telapak tangan saya menggambarkan status jawaban terhadap kasus "ikan bawal diasinin."
— di Daerah Khusus Ibukota Jakarta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar