Minggu, 09 Juli 2017

PRIANGAN, LUMBUNG KITA

PRIANGAN, LUMBUNG KITA
@salimafillah

Senapatigung Bahureksa, Adipati Kendal yang memimpin penyerbuan dahsyat ke Batavia pada 1628 itu gugur sudah. Pertempuran yang meleburkan Benteng Holandia namun gagal melantakkan Benteng Bommel itu berakhir pahit bagi laskar Mataram.


Sultan Agung di Kedaton Karta, tenggara Yogyakarta kini, segera menunjuk panglima baru untuk melanjutkan jihad mengenyahkan kedudukan VOC itu. Pilihan jatuh pada Sang Bupati Wedana Priangan, Dipati Ukur, yang berkedudukan di sekitar Bandung sekarang.


Sayang, Dipati Ukur harus mundur sebelum waktunya karena suatu kesalahfahaman di antara para panglima yang datang dari ibukota dengan dirinya. Serbuan tahun 1629 itu kembali gagal. Dan buntut kemurkaan Sultan Agung atas hal ini merunyamkan seluruh Priangan pada tahun-tahun berikutnya.

Setelah penentraman kembali Priangan oleh Tumenggung Narapaksa dan penunjukan ulang Pangeran Rangga Gede di Sumedang Larang sebagai Bupati Wedana; Sultan Agung memerintahkan agar Priangan secara umum dijadikan lumbung hidup untuk persiapan perjuangan di masa depan.

Berbondong masyarakat didatangkan memenuhi wilayah Karawang hingga Cianjur dan membuka daerah baru hingga ke Kuningan dan Limbangan, mencetak lahan-lahan sawah yang hingga kini membuat Jawa Barat lumbung pangan nasional yang handal. Semoga Allah merahmati sang perintis.


Insyaallah hari ini kami berbincang di Masjid Salman ITB sebakda 'Ashr. Ahlan wa sahlan hadir dan mengkhabarkan.😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar